{"id":92,"date":"2025-03-13T03:23:31","date_gmt":"2025-03-13T03:23:31","guid":{"rendered":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/?page_id=92"},"modified":"2025-03-13T08:18:14","modified_gmt":"2025-03-13T08:18:14","slug":"sejarah","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/?page_id=92","title":{"rendered":"Sejarah"},"content":{"rendered":"\n<p><em><strong>Sejarah Singkat Berdirinya Tim Penggerak PKK<\/strong><\/em><\/p>\n\n\n\n<p>Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari Seminar&nbsp;\u201cHome Economic\u201d di Bogor pada tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 Panitia&nbsp;Penyusunan Tata Susunan Pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kementerian Pendidkan bersama&nbsp;kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi Kehidupan Keluarga.<\/p>\n\n\n\n<p>Gerakan PKK di masyarakat berawal dari kepedulian Isteri Gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967, Ibu&nbsp;ISRIATI MOENADI, setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar. Pada awalnya program PKKadalah 10 segi pokok PKK.<\/p>\n\n\n\n<p>Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 Segi Pokok Keluarga dengan membentuk Tim Penggerak&nbsp;PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh\/pemuka masyarakat, para Isteri&nbsp;Kepala Dinas\/Jawatan dan Isteri Kepala Daerah sampai dengan tingkat Desa dan Kelurahan yang kegiatannya didukungdengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tanggal 27 Desember 1972 Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Kawat Nomor Sus 3\/6\/12 kepada Gubernur&nbsp;KDH Tk.I Jawa Tengah dengan tembusan Gubernur KDH seluruh Indonesia , agar mengubah nama Pendidikan&nbsp;Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sejak itu Gerakan PKK dilaksanakan di seluruh<\/p>\n\n\n\n<p>Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai \u201cHari&nbsp;Kesatuan Gerakan PKK\u201d yang diperingati setiap tahun.<\/p>\n\n\n\n<p>Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat, oleh karena itu dalam upaya mewujudkan masyarakat sejahtera harus&nbsp;dimulai dari upaya mensejahterakan setiap keluarga. Sehubungan dengan itu, maka TAP MPR Nomor : II\/MPR\/1978&nbsp;tentang GBHN Bab IV D butir 10 tentang peranan wanita dalam pembanguan telah dengan jelas mengamanatkan&nbsp;kepada kaum wanita untuk :<\/p>\n\n\n\n<p>1. Berpartisipasi dalam pembangunan<\/p>\n\n\n\n<p>2. Mewujudkan keluarga sejahtera<\/p>\n\n\n\n<p>3. Membina generasi muda<\/p>\n\n\n\n<p>Pada tahun 1978 melalui Lokakarya Pembudayaan PKK di Jawa Tengah, disepakati 10 Segi Pokok PKK menjadi 10&nbsp;Program Pokok PKK. Untuk dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga maka keluarga perlu dibekali denganpengetahuan dan keterampilan yang cukup. Pemberian bekal tersebut dilaksanakan antara lain melalui Gerakan PKK&nbsp;yang keberadaannya tersebar di seluruh Indonesia .<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan Gerakan PKK dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga telah diakui oleh masyarakat, bahkan&nbsp;mendapat penghargaan dari lembaga-lembaga internasional (WHO, Unicef, Unesco, dan sebagainya). Dalam TAP MPR&nbsp;Nomor : IV\/MPR\/1983 tentang GBHN telah ditetapkan bahwa PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) adalah salah&nbsp;satu wahana untuk meningkatkan peranan wanita dalan upaya menyejahterakan keluarga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sejarah Singkat Berdirinya Tim Penggerak PKK Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari Seminar&nbsp;\u201cHome Economic\u201d di Bogor pada tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 Panitia&nbsp;Penyusunan Tata Susunan Pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kementerian Pendidkan bersama&nbsp;kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi Kehidupan Keluarga. Gerakan PKK di masyarakat &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-92","page","type-page","status-publish",""],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/92","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=92"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/92\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":829,"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/92\/revisions\/829"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pkk.batam.go.id\/web\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=92"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}